BIZZ

latar belakang

Kementerian Kesehatan melalui Menteri Kesehatan di tahun 2016 memaparkan program untuk pencapaian SDGs, yaitu dengan upaya promosi kesehatan dan pencegahan (promotif-preventif). Terdapat beberapa masalah kesehatan yang belum tuntas semenjak adanya program MDGs, namun pada saat ini juga terdapat masalah kesehatan baru, diantaranya adalah: Kematian akibat penyakit tidak menular. Pembangunan bidang kesehatan untuk menanggulangi masalah-masalah tersebut perlu internalisasi dan kolaborasi berbagai pemangku kebijakan dan lintas profesi. Di tahun 2030 pada saat target SDGs diharapkan tercapai, salah satu indikatornya adalah mampu mengurangi sepertiga kematian dini akibat penyakit tidak menular melalui program preventif-promotif dan mengurangi epidemic HIV AIDS , TB, Malaria dan penyakit tropis lain.

Saat ini morbiditas dan mortalitas terbesar masyarakat di seluruh dunia tidak lagi disebabkan oleh penyakit menular, peperangan ataupun bencana alam namun lebih banyak disebabkan oleh penyakit tidak menular (non communicable disease/NCDs). WHO menyebutkan penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian terbesar di dunia antara lain adalah diabetes mellitus, penyakit kardiovaskuler, stroke, kanker dan penyakit pernapasan (WHO, 2014). Angka kematian terbesar terdapat di Negara berkembang, yaitu sebesar 28 juta dari 38 juta kematian di seluruh dunia. Hasil Riskesdas di Indonesia pada 2013 menyatakan terjadi beberapa peningkatan prevalensi penyakit tidak menular penyebab kematian.

Dengan adanya berbagai isu global dan nasional terkait peningkatan angka mortalitas akibat penyakit tidak menular dan adanya rekomendasi untuk menguatkan kegiatan preventif-promotif sebagai upaya pengendalian penyakit tidak menular, maka Poltekkes Kemenkes Malang akan menyelenggarakan 2nd INTERNATIONAL CONFERENCE AND WORKSHOP ON HEALTH dengan tema “CURRENT ISSUES: STRENGTHENING OF PREVENTIVE AND PROMOTIVE EFFORTS BY INTERPROFFESIONAL HEALTH WORKER IN OVERCOME THE EPIDEMIC OF NON-COMMUNICABLE DISEASE”.

Kegiatan ini akan menghadirkan pembicara pakar dari perguruan tinggi yang telah menjadi mitra Polkesma. Beberapa Negara dimaksud adalah Malaysia, Philipina, Jepang dan Australia serta menghadirkan pemangku kebijakan dari Kementerian Kesehatan RI. Bentuk kegiatan meliputi: Seminar, dengan sasaran peserta adalah mahasiswa, dosen, praktisi kesehatan dan pemerhati masalah kesehatan; workshop dengan peserta dosen dan praktisi; oral presentasi dan poster untuk dosen dan mahasiswa serta tentu saja sesi panel penyampaian informasi terkini upaya pencegahan penyakit tidak menular oleh para pembicara.